KeTiKa MeNtArI tErBiT
Ratu
Bertahta di Hatiku
Kau slalu setia menemaniku
Memelukku disaat bimbang
Mendo’akanku siang dan malam
Perjuanganmu begitu berarti bagiku
Kau yang merawatku
Yang tak pernah lelah membimbingku
Walau aku sering membuat
Sungai-sungai yang mengalir deras
Membelah wajah lembutmu
Walau aku sering membuat
Kecewa karena sikapku
Namun cinta kasihmu
Tetap tercurah menemani hari-hariku
Mengiringi langkah kakiku
Wajahmu sebening tetean embun pagi
Hatimu putih seputih suci
Seputih awan yang berarak ceria
Menghiasi keindahan lazuardi
Tak terbayang seandainya kau pergi
Meninggalkanku yang
Terombang ambing arus duniawi
Bunda…
Cintamu lebih dari segalanya
Sejak saat aku masih dalam kandunganmu
Kau telah membangun
Tahta kerajaan dihatiku
Sekarangpun demikian
Esok,lusa,dan seterusnya
Takkan ada yang bisa
Menggantikan posisimu
Kau tetaplah ratu dihatiku
Dan akan tetap begitu
Hingga saat kita berkumpul
Di firdaus nanti….
Pahlawan Untuk
Indonesiaku
Demi negeri
Kau korbankan waktumu
Demi bangsa
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang didepan
Kau bilang itu hiburan
Nampak raut wajahmu
Tak segelintar rasa takut
Semangat membara jiwamu
Taklukan mereka penghalang negeri
Hari-harimu diwarnai
Pembunuhan,pembantaian
Dihiasai bunga-bunga api
Mengalir sungai darah disekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat
Runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang tak beralas
Pakaian dengan 1000 wangi
Basah dibadan kering dibadan
Kini menghantarkan Indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
Seperti Merpati
Terbang…
Terbanglah merpatiku
Menembus mega
Menyongsong fajar
Kutitipkan sekeping rindu kepadamu
Bisikan bersama embusan angin
Jika malam semakin kelam
Ku dengar tembang rindu buatku
Jika usai bayanganmu mengusik kalbu
Disanalah langkah pijak kita
Bertaut satu
Berjalan kedepan
Dengan langkah tegak dan dada tengadah
Tiada menunduk meskipun terbentur
Tiada mengeluh walaupun terjatuh
Sampai suatu saat
Merpati kembali kerumah
Menyampaikan asa kepada ku
Inikah sepotong kepahitan masa lalu?
Andai Aku Bersamanya
Disaat
pertama berjumpa
Kau tebar senyum dalam jabatan tanganmu
Kau berharap
Agar aku membalasnya
Kini waktu pun berganti
Begitu pun dengan rasamu kepadaku
Perlahan tapi pasti kau mendekatiku
Membujuk dan merayuku dengan rayuanmu
Namun kini…
Seiring bergantinya usia
Membuat rasamu hilang kepadaku
Perasaanmu kini hanya untuknya
Untuk seorang wanita yang kau puji
Namun semua itu telah berakhir
Telah membuat batu kehancuran dihatiku
Andaikan aku bersamanya
Pastikah kebahagiaan ‘kan abadi dalam jiwaku?
Kisah ku
Tuhan
Mengapa aku engkau ciptakan
Engkau hembuskan nafas yang suci padaku
Engkau izinkan ku untuk hidup didunia
Hingga kenyataan pun mulai datang menyapa
Kenyataan takdir yang pahit
Kenyataan hidup yang miris
Bersama derasnya tangisan hati
Hidupku
Bagaikan kapas yang berterbangan
Yang tak mengetahui arah tujuan
Tujuan hati yang suci
Tapi…
Kini semuanya berapi
Disaat kurelakan kebahagiaanku untuknya
Untuk sosok yang sangat tersayangi
Mengapa
Mengapa semua orang tertawa lepas
Di saat aku jatuh dan terhempas
Hingga saat itu pun tiba
Saat dimana aku lemah dan tak berdaya
Dengan semua bencana batin yang menyiksa
Hingga waktu akhirnya berlari
Lamunanku pun terbang nan tinggi
Lamunan indahnya hidup
Hidup bukan dikerajaan durja
Melainkan kerajaan yang kekal dan abadi
Namun semua seakan sirna
Setelah kulihat sinar asa mulai dating menyapa
Sinar asa ketabahan hidup
Namun
Kini semuanya hilang
Pergi jauh meninggalkanku
Aku yang terombang ambingarus duniawi
Jdlah yg trbaik dunia akhrat utk orang trsayang
BalasHapus